Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

HEBOH!! Bayi Lahir Bawa Alqur'an, Sang Ibu Non Muslim Langsung Mengucap Dua Kalimat Syahadat.!!!

Bismillah. . . .
Tak ada yang mustahil apabila Allah sudah berkehendak. Walau itu diluar jangkauan akal manusia. Sekali lagi Allah sudah tunjukkan kuasanya. Seorang bayi di Nigeria lahir sambil membawa Alquran dari rahim ibunya.

Sejatinya, ibu bayi ituberagama Kristen, tetapi pascamelihat mukjizat Allah itu, sang Ibu Non Muslim Segera Mengucap Syahadat ibu serta nenek bayi itu segera menyampaikan dua kalimat syahadat serta menyebutkan diri masuk Islam.

Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5/12) serta di ambil oleh laman Republika. co. id (19/05/12) , bayi itu lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu.

Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi itu membawa satu Mushaf kecil di tangannya. Kikelomo Ilori, nama ibu bayi itu.Wanita 32 th. yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan selekasnya ubah namanya jadi Sherifat saat masuk Islam. Hal semacam itu diikuti nenek bayi itu yang ubah namanya jadi nama Islam.

Kelahiran bayi itu juga menyedot perhatian beberapa ulama di negara benua hitamitu. Beberapa ulama di Nigeria berkumpul untuk berikanlah nama pada bayi itu. Sesudah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, berikan nama pada bayi itu Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo. Untuk jauhi syirik serta kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu jika bayinya tidaklah seorang nabi, walaupun ia terlahir dari rahimnya sembari memegang Alquran. Menurutnya, momen itu yakni kehendak Allah, untuk kirim bayi itu ke dunia lewat langkah yang menakjubkan.

Dalam acara pemberian nama itu, turut ada ulama setempat, Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, serta Dr Ramoni Tijani dari AlifathiaquareebIslamic Society of Nigeria.

Kelahiran sang bayi juga berikanlah barokah untuk tetanggasekampung. Pedagang tumpah ruah jual beragam souvenir terkait bayi itu, mulai dari kaos, tasbih, serta photo bayi itu Tidak heran jika kelahiran bayi itu disangka pro-kontra beberapa pihak.

Beberapa pihak berkata mustahil, namun beberapa yang lain beranggapan peristiwa itu yakni kuasa Tuhan, di mana tidak ada yang tidak mungkin bagi­Nya.Bahkan, seorang dokter dipecat gara­ gara menyampaikan peristiwaitu yaitu hoax dengan kata lain berita bohong.

Walaupun sesungguhnya saksi, media serta ibunya sendiri yang awalannya nonmuslim melihat dengan mata kepalanya sendiri.

(*)Sumber Link Berita :
1. http://www.kabar-gembira.com/2016/06/heboh-bayi-lahir-bawa-alquran-sang-ibu.html?m= .  2.republika. co. id

Rabu, 25 Mei 2016

Al- Quran Menyelamatkan Sebuah Apartement Di Mesir


Bismillahir [] Rohmaanir [] Rohiim::
ALLAH LAH SEBAIK BAIK PENJAGA ::
Kejadian Ini Berlaku Di Mesir.
Sebuah Apartment 5 Tingkat Mulai Terbakar Hampir Lewat Malam Malam,Semua Penghuni Bangunan Tersebut Sangat Terkejut Bergegas Menyelamatkan Diri Masing-masing Meninggalkan Barangan Dalam Rumah, Sehelai Sepinggang, Dan Menyaksikan Api Dgn Maraknya Menjilat Hampir Semua Rumah Dibangun Tersebut.
Apabila Terbit Matahari, Bangunan Itu Masih Lagi Terbakar, (Lihat Gambar).Masing-masing Melihat Kediaman Mereka Dan Barangan Di Dalamnya Hangus Dijilat Api.
Mereka Tak Sempat Berbuat Apa-apa.Tetapi, Dgn Kuasa Allah.. !! Subhanallah...Rumah No 13, Seolah-olah Tidak Disentuh Api.. Sedangkan Rumah Di Atas Dan Bawahnya Juga Terbakar Dijilat Api.
Apabila Api Sudah Reda Dan Berjaya Dipadamkan, Masing-masing Masuk Melihat Keadaan Rumah Mereka Yg Sudah Hangus.
Tetapi Mohamed And Munir Yang Tinggal Di RumahNo. 13, Amat Terkejut..Keadaan Dalam Rumah Mereka Tidak Disentuh !!Ramai Sahabat Dan Jiran Datang Utk Menyaksikan Kejadian Yg Yang Sukar Dipercayai.
Sungguh Ajaib..Apa Yg Mereka Dapati, Rumah Mereka Selamat, Dan Al-quran Yang Sedang Tersusun Di Kabinet Kekal Seperti Ditinggalkan..Mohamed Dan Munir Adalah Penghafal Al Quran, Dan Mereka Berusaha Mengulang Hafal Paling Kurang Satu Surah Sehari.
Sebuah Al-quran Masih Lagi Terbuka Di Atas Meja Di Hadapan Mereka Yang Digunakan Utk Mengajar Anaknya Malam Tadi Dan Terpaksa Ditinggalkan Sewaktu Bergegas MeninggalkankanApartment Mereka.
Malah Mereka Juga Terkejut Dgn Barangan Dlm Rumah Dan Al-quran Tersebut Yg Tidak Lansung Di Sentuh Api.Allah Maha Berkuasa !!Allah Menyelamatkan Al Quran Dan Harta Mereka Bila Ia Digunakan Utk Sepatutnya.
Mukjizat Al-quran Sebagai Kalimah Allah Yg Sangat Penting Ini Masih Berdiri Dan Sering Dilupakan Dicelah-celah Rak Buku Di Rumah Kita😔Di Dunia Lagi Allah Telah Menunjukkan Interaksi Kita Dgn Al Quran Menyelamatkan Kita Dari Kebakaran ...Semuga Allah Mengampun Dan Merahmati Kita.SubhanaLLaah👍👍👌Jom Dhuha 💪

Kisah Rumah Tidak Terbakar Karena Keberkahan Al-Quran

Bismillahir [] Rohmaanir [] Rohiim:: ALLAH LAH SEBAIK BAIK PENJAGA ::Kejadian Ini Berlaku Di Mesir. Sebuah Apartment 5 Tingkat Mulai Terbakar Hampir Lewat Malam Malam.Semua Penghuni Bangunan Tersebut Sangat Terkejut Bergegas Menyelamatkan Diri Masing-masing Meninggalkan Barangan Dalam Rumah, Sehelai Sepinggang, Dan Menyaksikan Api Dgn Maraknya Menjilat Hampir Semua Rumah Dibangun Tersebut.Apabila Terbit Matahari, Bangunan Itu Masih Lagi Terbakar, (Lihat Gambar).Masing-masing Melihat Kediaman Mereka Dan Barangan Di Dalamnya Hangus Dijilat Api. Mereka Tak Sempat Berbuat Apa-apa.Tetapi, Dgn Kuasa Allah.. !! Subhanallah...Rumah No 13, Seolah-olah Tidak Disentuh Api.. Sedangkan Rumah Di Atas Dan Bawahnya Juga Terbakar Dijilat Api.Apabila Api Sudah Reda Dan Berjaya Dipadamkan, Masing-masing Masuk Melihat Keadaan Rumah Mereka Yg Sudah Hangus.Tetapi Mohamed And Munir Yang Tinggal Di RumahNo. 13, Amat Terkejut..Keadaan Dalam Rumah Mereka Tidak Disentuh !!Ramai Sahabat Dan Jiran Datang Utk Menyaksikan Kejadian Yg Yang Sukar Dipercayai. Sungguh Ajaib..Apa Yg Mereka Dapati, Rumah Mereka Selamat, Dan Al-quran Yang Sedang Tersusun Di Kabinet Kekal Seperti Ditinggalkan..Mohamed Dan Munir Adalah Penghafal Al Quran, Dan Mereka Berusaha Mengulang Hafal Paling Kurang Satu Surah Sehari.Sebuah Al-quran Masih Lagi Terbuka Di Atas Meja Di Hadapan Mereka Yang Digunakan Utk Mengajar Anaknya Malam Tadi Dan Terpaksa Ditinggalkan Sewaktu Bergegas MeninggalkankanApartment Mereka. Malah Mereka Juga Terkejut Dgn Barangan Dlm Rumah Dan Al-quran Tersebut Yg Tidak Lansung Di Sentuh Api.Allah Maha Berkuasa !!Allah Menyelamatkan Al Quran Dan Harta Mereka Bila Ia Digunakan Utk Sepatutnya.Mukjizat Al-quran Sebagai Kalimah Allah Yg Sangat Penting Ini Masih Berdiri Dan Sering Dilupakan Dicelah-celah Rak Buku Di Rumah Kita😔Di Dunia Lagi Allah Telah Menunjukkan Interaksi Kita Dgn Al Quran Menyelamatkan Kita Dari Kebakaran ...Semuga Allah Mengampun Dan Merahmati Kita.SubhanaLLaah👍👍👌Jom Dhuha 💪

Rabu, 08 April 2015

DOA ANAK HAFAL QUR’AN BANGUNKAN AYAH YANG TELAH 15 TAHUN KOMA

Bismillahirrahmanirrahim...
Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Siswi shalat - deseretnewsdotcom
Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”

Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.

Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.

Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.

“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.

“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.
“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.

Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku. [Kisahikmah.com, kisah lebih lengkap bisa dibaca di Kisah Istri Shalihah, Setia Menunggu Suami 15 Tahun Koma]



Jumat, 30 Januari 2015

Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani Ini Juga Hapal Alquran

Bismillahirrahmanirrahim...


KENDAL (voa-islam.com) - Suasana haru mewarnai keluarga Siti Afidah, seorang wisudawati terbaik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Kamis 29 Januari 2015. Tanpa diduga, Afida didapuk menjadi wisudawati terbaik.
Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani Ini Juga Hapal AlquranHal itu dirasakan Baidhowi dan isterinya Aminah, warga Brangsong Kendal, Jawa Tengah. Pasangan suami isteri itu bahkan tidak mengetahui sebelumnya, jika Afida mendapatkan gelar wisudawati cum laude dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) 3,84.
Gadis kelahiran Kendal, 3 Mei 1992 itu bahkan harus menempuh gelar sarjananya dengan susah payah. Orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh tani penggarap yang tak bisa membiayai kuliah anaknya. Namun, kerja keras Afida berbuah saat ia mendapatkan beasiswa Bidik Misi di UIN Walisongo.

Mahasiswi Fakultas Syariah, Jurusan Hukum Ekonomi Islam itu menempuh perkuliahan selama 4,5 tahun. Tak hanya menyandang mahasiswi teladan, Afida kini juga sedang menyelesaikan program Tahfidzul Quran atau menghafal Alquran, di salah satu pondok pesantren di Semarang.
"Nggak nyangka jadi lulusan terbaik. Tanpa beasiswa pemerintah dan doa orangtua saya tidak bisa seperti ini," kata Afida saat berbincang dengan  disela-sela prosesi wisuda.

Perjuangan Panjang
Perjuangan Afida menyelesaikan studi S1 cukup panjang. Keterbatasan keuangan bahkan mengharuskannya mencari tambahan penghasilan sendiri dengan mengajar anak-anak kecil di tempat dia tinggal.
"Kalau ke kampus biasa naik angkutan. Biasanya cari sambilan saat beasiswa yang turun sebesar Rp.600 ribu per bulan sering telat. Kadang-kadang pas di rumah ikut ke sawah, ngangkutin sayur," kata gadis yang memiliki hobi baca buku keislaman itu.
Dia berharap paska menyelesaikan studi S1, dia bisa meneruskan program S2 di Juruhan Ekonomi Islam, yang merupakan jurusan favoritnya. Untuk selanjutnya bisa diterima kerja di kantor perbankan syariah.
"Saya ingin berangkatkan haji kedua orangtua. Kalau bisa mau belikan lahan buat bapak biar bisa menggarap sawah sendiri," kata Afida.

Penghasilan Rp. 35 ribu
Baidhowi, ayah Afida, mengaku sangat bersyukur putri pertamanya itu telah menyelesaikan studinya. Dia bahkan tak menyangka, Afida menjadi satu di antara 1.163 sarjana di UIN yang mendapatkan gelar terbaik.
"Kami tidak tahu kalau Fida jadi lulusan terbaik. Saat tadi dipanggil, kami kaget dan nrocos(menangis). Sebab Afida nggak bilang sebelumnya," ujar Baidhowi dengan logat Jawa.

Linang air mata pun tak terbendung saat Baidhowi dan Aminah isterinya bercerita panjang lebar mengenai pekerjaan sehari-harinya. Sebagai buruh tani yang tak memiliki lahan, dia tidak memiliki penghasilan tetap. Tentunya tak cukup untuk menyekolahkan Afida dan adiknya yang kini di berada di pesantren.
"Bertani padi dan palawija. Itu juga tanah orang seluas 2000 meter persegi. Sistemnya bagi hasil. Kalau dihitung sehari hanya dapat Rp.35 ribu," ujar pria yang tinggal di rumah sederhana di RT 13 RW 05 Brangsong, Kendal itu.
Karena hasil menggarap tanah tetangganya dirasa tak cukup, lanjut Baidhowi, dirinya bahkan sering ke luar daerah untuk menawarkan jasa memanen lahan milik orang dengan sistem bagi hasil.

"Istilahnya derep di luar kota. Seperti Demak, Kudus, dan Pati, sampai Ngawi, " kata dia.

Hanya harapan tersisa dari Baidhowi untuk putrinya Afida. Harapan itu agar ilmu yang diperoleh putrinya dapat bermanfaat bagi sesama.
"Sing disuwun enggih prestasi. Tapi diiringi dengan ibadah yang rajin. Semoga anak saya bisa bermanfaat bagi agama. Biar nasibnya tidak seperti kami," ujar Baidhowi.

Penghafal Qur'an
Siapa yang mengira putri seorang buruh tani berpenghasilan Rp.35 ribu per hari mampu menjadi wisudawan terbaik. Ya, keajaiban Allah itu lah yang kini dirasakan Siti Afida, mahasiswi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jawa Tengah.
Namun, bagaimana perjuangan Afida memperoleh dengan susah payah gelar S1 berpredikat cum laude dengan Indek Prestasi Komulatif 3,84 itu?

Afida bahkan mengerti betul kalau orangtuanya tak mampu memberikan materi lebih kepadanya saat dirinya mengikuti studi di kampus. Meski ia berangkat dengan status mahasiswi beasiswa Bidik Misi, tapi bukan berarti jika Afida tidak mengalami kesulitan keuangan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari gadis 22 tahun itu.

"Beasiswa Bidik Misi kan sering telat, jadi saya harus cari tambahan sendiri," kata Afida di Semarang, Jumat 30 Januari 2015, seperti dikutip dari Viva.co.id.

Sebagai anak yang tinggal di Pondok Pesantren di Mijen, Semarang, mahasiswi Hukum Ekonomi Islam itu mencoba peruntungan dengan mengandalkan pengetahuan agamanya untuk mengajari anak-anak. Tepatnya di salah satu Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Meski dengan kegiatan itu, dia harus benar-benar pandai membagi waktu belajarnya.

"Awalnya berat berbagi waktu, pesantren dan ngajar privat di TPQ. Tapi bagaimana lagi, itu demi kuliah saya agar bisa berhasil," kata alumnus Madrasah Aliyah Negeri Kendal itu.

Hasil jerih payah Afida mengajar di TPQ pun tidak selalu berbuah mulus. Meski tak mau menyebut berapa nominal yang diperoleh, tapi Afida mengaku selalu menabungnya, sedikit demi sedikit.

"Saya cuma modal niat dan nekat. Meski sedikit saya syukuri," kata gadis yang kini telah menghafal 12 juz Alquran itu.

Jalan kaki

Afida mungkin satu di antara ribuan mahasiswa di kampusnya yang memiliki mental kuat dan jerih payah tinggi dalam mengarungi liku-liku kehidupan kampus. Di zaman yang serba modern, mahasiswa pada umumnya sudah dibekali kendaraan untuk mobilitas kegiatan studi, Afida tak pernah mengalaminya.
Keseharian gadis kelahiran Kendal, 3 Mei 1992 itu selalu akrab dengan angkutan kota yang selalu menuntunnya ke kampus. Tak sekali pun perasaan malu ngangkot dan jalan kaki ketika ke kampus yang berada di bukit-bukit.

"Itu sudah biasa. Ya enggak malu. Saya kan harus tahu kondisi saya," katanya.

Seperti diketahui, Afida merupakan salah satu perwakilan wisudawan terbaik UIN yang didapuk memberikan sambutan saat prosesi wisuda di hadapan 1.163 wisudawan D3, S1, dan S2 kemarin. Setelah menyelesaikan program S1, Afida berkeinginan malanjutkan S2 untuk memperdalam keilmuan Islam yang selama ini dipelajari. [syahid/viva/voa-islam.com]

Sumber :
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/01/30/35382/wisudawan-terbaik-anak-buruh-tani-ini-juga-hapal-alquran/#sthash.D3BLjUAg.dpuf

Sabtu, 10 Januari 2015

Cara Kyai Kampung menghadapi Santri TOP

Bismillahirrahmanirrahim...

Inilah kisah kiai kampung. Kebetulan kiai kampung ini menjadi imam musholla dan sekaligus pengurus ranting NU di desanya. Suatu ketika didatangi seorang tamu, mengaku santri liberal, karena lulusan pesantren modern dan pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah. Tamu itu begitu PD (Percaya Diri), karena merasa mendapat legitimasi akademik, plus telah belajar Islam di tempat asalnya. Sedang yang dihadapi hanya kiai kampung, yang lulusan pesantren salaf.

Tentu saja, tujuan utama tamu itu mendatangi kiai untuk mengajak debat dan berdiskusi seputar persoalan keagamaan kiai. Santri liberal ini langsung menyerang sang kiai:

” Sudahlah Kiai tinggalkan kitab-kitab kuning (turats) itu, karena itu hanya karangan ulama kok. Kembali saja kepada al-Quran dan hadits ” ujar santri itu dengan nada menantang.

Belum sempat menjawab, kiai kampung itu dicecar dengan pertanyaan berikutnya.

” Mengapa kiai kalau dzikir kok dengan suara keras dan pakai menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan segala. Kan itu semua tidak pernah terjadi pada jaman nabi dan berarti itu perbuatan bid’ah? ” kilahnya dengan nada yakin dan semangat.

Mendapat ceceran pertanyaan, kiai kampung tak langsung reaksioner. Malah sang kiai mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi. Malah kiai itu menyuruh anaknya mengambil termos dan gelas.

Kiai tersebut kemudian mempersilahkan minum, tamu tersebut kemudian menuangkan air ke dalam gelas. Lalu kiai bertanya:

“Kok tidak langsung diminum dari termos saja. Mengapa dituang ke gelas dulu? ” tanya kiai santai.

Kemudian tamu itu menjawab ” Ya ini agar lebih mudah minumnya kiai,? jawab santri liberal ini.

Kiai pun memberi penjelasan ” Itulah jawabannya mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Quran dan hadits. Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu’tabar, karena kami mengetahui bahwa kitab-kitab mu’tabarah adalah diambil dari al-Quran dan hadits, sehingga kami yang awam ini lebih gampang mengamalkan wahyu, sebagaimana apa yang engkau lakukan menggunakan gelas agar lebih mudah minumnya, bukankah begitu? ” Tamu tersebut terdiam tak berkutik.

Kemudian kiai balik bertanya ” Apakah adik hafal al-Quran dan sejauhmana pemahaman adik tentang al-Quran? Berapa ribu adik hafal hadits? Kalau dibandingkan dengan Imam Syafi’iy siapa yang lebih alim? ”

Santri liberal ini menjawab ” Ya tentu Imam Syafi’iy kiai sebab beliau sejak kecil telah hafal al-Qur’an, beliau juga banyak mengerti dan hafal ribuan hadits, bahkan umur 17 beliau telah menjadi guru besar dan mufti ” jawab santri liberal.

Kiai menimpali ” Itulah sebabnya mengapa saya harus bermadzhab pada Imam Syafi’iy, karena saya percaya pemahaman Imam Syafi’iy tentang al-Qur’an dan hadits jauh lebih mendalam dibanding kita, bukankah begitu? “tanya kiai.

” Ya kiai ” jawab santri liberal.

Kiai kemudian bertanya kepada tamunya tersebut ” Terus selama ini orang-orang awam tatacara ibadahnya mengikuti siapa jika menolak madzhab, sedangkan mereka banyak yang tidak bisa membaca al-Qur’an apalagi memahami ?” tanya kiai.

Sang santri liberal menjawab ” Kan ada lembaga majelis yang memberi fatwa yang mengeluarkan hukum-hukum dan masyarakat awam mengikuti keputusan tersebut ” jelas santri liberal.

Kemudian kiai bertanya balik ” Kira-kira menurut adik lebih alim mana anggota majelis fatwa tersebut dengan Imam Syafi’iy ya? ”

Jawab santri ” Ya tentu alim Imam Syafi’iy kiai ” jawabnya singkat.

Kiai kembali menjawab ” Itulah sebabnya kami bermadzhab Imam Syafi’iy dan tidak langsung mengambil dari al-Qur’an dan hadits ”

” Oh begitu masuk akal juga ya kiai ” jawab santri liberal ini.

Tamu yang lulusan Timur Tengah itu setelah tidak berkutik dengan kiai kampung, akhirnya minta ijin untuk pulang dan kiai itu mengantarkan sampai pintu pagar.
251
Oleh :Fina Istiasari
---------------------------------------------
Sumber : https://plus.google.com/+VinaIstiasari/posts/7zEYnMnv6cc

Senin, 03 Februari 2014

Manfaat Dan Keuntungan Membaca Al-Qur'an

Bismillahirrahmanirrahim...

Manfaat, Keuntungan dan Kelebihan Membaca Al-Qur'an - Assalamualaikum, tidak bosan-bosannya saya mengatakan kalau saya hanya sekedar posting untuk belajar bersama, saya bukanlah ahli dalam hal agama, tapi saya ada keinginan untuk selamat di akhirat kelak. aamiin agar saya memiliki motifasi dan keinginan untuk bisa rutin membaca Al-Qur'an, maka saya harus cari tahu dulu kelebihannya dan saya share disini :)



Pahala mempelajari & mengajarkannya
 Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Pahala membacanya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi)
Keutamaan menghafal Al Qur'an dan rutin membaca
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)
Keutamaan bagi orang tua yang anaknya menghafal serta mengamalkan Al-Qur’an
“Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanyapun bertanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘Karena anakmu telah membawa al-Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
Al-Qur’an memberi syafa’at kepada ahlinya di Akhirat
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) Dan sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Puasa dan al-Qur’an, keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat…” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud)
Fakta Ilmiah :
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. Al A'raf [7] : 204).
Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian
(Q.S. Al Israa' [17] :82).
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberitahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Dikutip dari berbagai sumber

Minggu, 04 Agustus 2013

KISAH IBU PENCETAK 10 HAFIDZ QUR’AN


Kisah Ibu Pencetak 10 Hafidz Quran

Eits…Anda gak salah ketika melihat judul ini, dan kisah ini pun bukan sekedar cerita dongeng belaka dari negeri antah berantah, karena ternyata memang ada seorang ibu yang mampu mendidik kesepuluh anaknya (bukan anak ke-sepuluh yah  ) menjadi hafidz quran..! Subhanallah ya, sesuatu..! Yuk, kita simak kisahnya berikut ini :

Ibu para hafidz. Itulah julukan yang layak disematkan kepada Hj Wirianingsih. Betapa tidak, ia berhasil mencetak ke-10 buah hatinya menjadi penghapal Al Quran.Al Quran, bagi Wirianingsih dan keluarganya, adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang dipegang teguh pasangan Mutammimul ‘Ula – Wirianingsih dalam mendidik buah hatinya. Muslimah kelahiran Jakarta, 11 September 1962 itu, mengaku sedari kecil sudah sangat akrab dengan ayat-ayat Al Quran. Ia lalu mengajarkan hal serupa kepada buah hatinya.
Wirianingsih mengenalkan Al Quran, sebagai pegangan hidup, kepada buah hatinya sejak dini. Menurutnya, pengenalan nilai Al Quran memang harus diberikan kepada anak-anak, sejak masih kecil. Sebab dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Kitab Suci, akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran hingga mereka menginjak dewasa.
Beberapa metode pengajaran Al Quran mereka terapkan. Antara lain, pengajian rutin Al Quran seusai Maghrib, membiasakan shalat Subuh di masjid yang dilanjutkan dengan aktivitas hafalan Al Quran, membiasakan membaca buku, serta berbagai kegiatan lainnya. Selain mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orangtua, anak-anak juga menimba pendidikan di pesantren tahfidz. Sehingga tidaklah mengherankan, jika dalam waktu tidak terlalu lama, mereka sudah mampu menghafal Al Quran.
Inilah Prestasi Buah Hati Mereka:

Penyusun Ahmad Hikam

Refrensi :

▪ Afzalurrahman, 21 thn, smst 6 Teknik Geofisika ITB, hafal Al Qur’an sejak usia 13 thn. Sekarang masuk dalam program PPSDMS, ketua Pembina Majelis Taklim Salman ITB, terpilih peserta Pertamina Youth Programme 2007 dari ITB.
▪ Faris Jihady Hanifa, 20 thn, smst 4 Fak Syariah LIPIA, hafal Al Qur’an sejak usia 10 thn. Juara 1 lomba tahfidz Al Qur’an 30 Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi di Jakarta 2003, juara 1 lomba olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ 2004.
▪ Maryam Qonitat, 18 thn, smst 2 Fak Ushuludin Universitas AL Azhar Cairo, hafal Al Qur’an usia 16 thn. Pelajar teladan/lulusan terbaik Husnul Khotimah 2006.
▪ Scientia Afifah, 17thn, kelas 3 SMU 28, hafal 10 Juz Al Qur’an, juara mengarang tkt SD se-Kab Bogor 2000, Pelajar Teladan, lulusan terbaik MTS Al Hikmah 2004.
▪ Ahmad Rosikh Ilmi, 15 thn, kelas 1 MA Khusnul Khotimah, baru hafal 6 juz, Pelajar Teladan SDIT Al Hikmah thn 2002, lulusan terbaik MTs Al Kahfi 2006.
▪ Ismail Ghulam Halim, 13 thn, kelas 2 MTs Al Kahfi, baru hafal 8 juz, Juara Olimpiade IPA tkt SD Jaksel 2003, meraih 4 penghargaan Al Kahfi 2006 (tahfiz terbaik, santri favorit, santri teladan, juara umum) ketua OSIS Pesantren Al Kahfi .
▪ Yusuf Zain Hakim ,12 thn, kls 1 Mts Al Kahfi, hafal 5 juz. rangking 1 dikelasnya.
▪ Muh Saihul Basyir, 11 thn, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 juz.
▪ Hadi Sabila Rosyad, 9 thn, kelas 4 SDIT Al HIkmah, hafal 2 Juz.
▪ Himmaty Musyassarah, 7 thn, hafal 1 juz.
▪ Hasna, wafat usia 3thn 7 bln.
Inilah Rahasia Mereka Dalam Mendidik Keluarga:
▪ Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin yang ditanamkan dalam keluarga bahwa Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
▪ Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.
▪ Keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja. Malah sebenarnya lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu. Contoh ayah idaman dalam Al Quran = Luqman.
▪ Suami yang membangun visi keluarga dan istri yang mengisi kerangka visi itu. Sejarah mencatat, orang-orang shalih dibentuk oleh ayah yang mengerti akan perannya dalam mendidik anak.
▪ Keluarga ini memiliki perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikan, diantaranya: perhatian dari A-Z, potong kuku, bersihkan telinga, dll. File-file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dll. Kekayaan keluarga adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak ke toko buku, dan ada perpustakaan dengan 4000 buku di rumah.
▪ Visi yang ada di kepala adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran. Sehingga hal-hal yang dilakukan antara lain:
1) Kelliling jawa dan madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di kudus. Walau orang mencibir untuk apa menjadi hafidz quran dan menitipkan anak di pesantren.
2) Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi.
3) Setiap hari diperdengarkan murottal.
4) Sang ibu mengajar sendiri dengan metode Qiroati.
▪ Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga, “Bu kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita harus sudah tidur, orang lain tidur kita sudah harus bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita…” ▪ 3 fase interaksi dengan anak menurut Imam Ali.
1) 7 tahun pertama = perlakukan dia seperti raja – masa pembentukan tumbuh kembang otak dan menyerap informasi.
2) 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan — masa penanaman sikap, disiplin, disiplin, dan disiplin.
3) 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat.
▪ Para pakar mengatakan 7 sd 12 adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.
▪ Rasul menyuruh shalat di usia 7 tahun, dan bila sampai 10 tahun belum shalat maka pukullah ia.
▪ Setiap menjelang tidur, ibu selalu menceritakan kisah-kisah para nabi dan rasul.
▪ Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al Quran bagi 11 anak.
▪ Ba’da maghrib dan ba’da subuh adalah waktu interaksi dengan Al-Quran. Ba’da subuh muraja’ah, ba’da maghrib hafalan.
▪ Penghargaan yang tulus atas usaha anak “Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari…”
▪ Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh.
▪ Tidak lupa membangun dakwah di keluarga besar. Saat kedua orang tua all out di luar rumah, keluarga besar-lah yang terlibat mengawasi anak-anak. Caranya, rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.
▪ Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol.
▪ Memagari anak-anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak-anak kapan saat menonton TV (jam berapa, film apa, berapa jam, dll) dan ada hukuman bila dilanggar (pelanggaran pertama, dilarang stel tv selama 3 hari, pelanggaan kedua, dilarang stel tv selama seminggu, pelanggaran ketiga, tv diletakkan di atas lemari saja) aturan berlaku termasuk untuk orang tua. Terkadang diingatkan, ” Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu…”
darulfithrah.com/